NEWS UPDATE

Rabu, 11 Januari 2011. Pkl.16.00-22.00wib

Nge-gaul bareng sambil kongkow dan belajar, santai-santai, makan makanan tradisional dan nonton bareng film keren berlatar sejarah. Acara ini berbarengan dengan acara Grand Opening Kopitiam Oey Thamrin City. So, don’t miss it!!!

Disediakan kudapan, minuman (kopi/teh tradisional), makan malam khas Kopitiam Oey.

GRATIS, tidak dipungut biaya. Anda tertarik?

Segera ikuti petunjuk berikut:
1. Follow twitter @IndoHistoria
2. Follow twitter @kopitiamoey
3. Follow twitter @KTO_thamrincity
4. Like fanpage Komunitas HISTORIA INDONESIA Community

Kemudian SMS ke: 0818 0854 6363 untuk mendapatkan nomor urut kepesertaan. SMS hanya berlaku untuk satu orang.

FORMAT SMS: Nama / Jenis Kelamin / Account Twitter / Account FB / Pekerjaan / Pin BB / No. HP

AGENDA
16.00-17.00 Registrasi Ulang
17.00-18.00 Talkshow bareng Bondan Winarno (pakar kuliner) dan Asep Kambali (sejarawan)
18.00-18.30 ISHOMA + Networking sharing
18.30-19.00 Tumpengan “grand opening” Kopitiam Oey Thamrin City
19.00-22.00 Nonton bareng film “MAX HAVELAAR”

DISELENGGARAKAN OLEH Komunitas Historia Indonesia (KHI)
DIDUKUNG OLEH Kopitiam Oey & Thamrin City Mall


RESENSI FILM MAX HAVELAAR (1976)

Hindia Belanda, paruh kedua abad ke-19. Penjajah Belanda memperoleh modal untuk membangun perdagangan kopi. Salah seorang asisten residen baru, Max Havelaar, berupaya menarik hati rakyat di provinsi Lebak yang memiliki masalah kemiskinan. Dia berusaha membangunnya.

Namun, di bawah kontrol Kepala Bupatinya sendiri, Havelaar menyaksikan penjarahan, kekerasan dan kebrutalan yang dilakukan oleh kepala polisi setempat setiap hari. Dia mencoba untuk intervensi, membela penduduk Lebak. Dia sangat berharap kasus dan usahanya itu bisa diselesaikan. Tapi atasannya, Residen, tidak ingin itu. Havelaar kemudian ditempatkan ke provinsi lain, dia dipindahtugaskan, dimutasi. Havelaar tidak berhenti sampai disitu, dia berusaha menemui Gubernur Jenderal, yang dia harapkan mengerti permasalahan ini.

Namun, bukan dukungan yang ia dapatkan. Upayanya itu dinilai kosong, dan dicap sebagai seoarang idealis semata. Dia sangat kecewa dan memutuskan untuk kembali ke Belanda. Dimana kemudian dia berjuang sendiri mempublikasikan pengalamannya itu kepada Dunia.

*Film karya Fons Rademakers ini skenarionya dibuat oleh Gerard Soeteman yang diangkat dari novel terkenal di dunia karya besar Multatuli pada tahun 1859. Film produksi Belanda-Indonesia ini memenangkan hadiah khusus dari juri Festival Film di Teheran, hadiah di Festival Film Naples dan Bodil, sebagai film terbaik non-bahasa Inggris di Denmark.

**Komunitas Historia Indonesia (KHI) dalam gerakannya selalu berupaya menggali, mempublikasikan dan mempopulerkan sejarah dan kebudayaan kebada generasi muda sebagai sumber inspirasi dan semangat bagi terciptanya peradaban bangsa di masa kini dan masa depan yang lebih baik. Untuk itu, pemutaran film Max Havelaar ini menjadi penting untuk digelar. Siapapun Anda, yang cinta Indonesia dan hidup hingga sekarang ini, Anda tentu harus tahu dan peduli terhadap perjalanan sejarah bangsa kita.

 

©2002-2012 KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA | Founded by Asep Kambali